Kalau kamu pecinta kuliner tradisional Jawa Timur, nama Rawon Nguling hampir pasti sudah tidak asing di telinga. Tempat makan rawon yang satu ini bukan sekadar warung biasa, melainkan ikon kuliner legendaris yang sudah bertahan lintas generasi.
Dengan cita rasa yang konsisten dan sejarah panjang, Rawon Nguling menjadi destinasi wajib bagi siapa pun yang ingin merasakan rawon autentik khas Jawa Timur.
Bagi generasi milenial yang gemar eksplor kuliner lokal dengan nilai historis, Rawon Nguling menawarkan pengalaman makan yang bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita dan tradisi.
Rawon Nguling Malang: Kuliner Tradisional Legendaris dengan Cita Rasa Otentik
Daftar Isi

Sejarah Rawon Nguling yang Melekat dengan Budaya Nusantara
Rawon Nguling merupakan salah satu tempat makan rawon yang populer di kalangan masyarakat luas. Keistimewaannya terletak pada usianya yang sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka.
Fakta ini membuat Rawon Nguling bukan hanya tempat makan, tetapi juga saksi perjalanan kuliner Nusantara.
Melansir dari berbagai sumber, sejarah rawon sendiri memang belum diketahui secara pasti. Tapi, banyak yang meyakini bahwa makanan ini sudah ada sejak masa kerajaan Nusantara.
Konon, rawon disajikan oleh rakyat sebagai hidangan istimewa untuk sang raja, yang menandakan bahwa sajian ini memiliki kedudukan khusus dalam budaya kuliner Jawa.
Keistimewaan Rawon Nguling semakin diperkuat ketika Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud secara resmi menetapkan rawon nguling khas Probolinggo sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2018.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Rawon Nguling bukan hanya lezat, tetapi juga bernilai budaya tinggi.
Baca juga: Butuh Travel Murah Malang Surabaya Aman? Ini Solusi Nyamannya
Cabang di Berbagai Kota
Seiring popularitasnya, Rawon Nguling kini memiliki sejumlah cabang di kota-kota besar Indonesia.
Meski begitu, banyak pecinta kuliner sepakat bahwa cabang pusat Rawon Nguling di Probolinggo, Jawa Timur, tetap menjadi yang paling autentik dan wajib dikunjungi.
Sensasi menikmati rawon langsung di tempat asalnya memberikan pengalaman berbeda. Mulai dari aroma kuahnya, suasana tempat makan, hingga penyajian yang masih mempertahankan gaya tradisiona, semuanya terasa lebih “hidup” dan berkesan.
Daya Tarik Rawon Nguling yang Sulit Dilupakan
Daya tarik utama Rawon Nguling tentu terletak pada cita rasanya yang autentik. Resep rawon yang digunakan sudah diwariskan selama bertahun-tahun dan tetap dijaga konsistensinya hingga sekarang.
Racikan rempah-rempah khas, termasuk kluwek berkualitas, diolah dengan takaran yang pas sehingga menghasilkan kuah hitam pekat dengan rasa yang seimbang.
Rawon ini terkenal dengan cita rasa gurih yang kuat namun tidak berlebihan. Kuahnya tidak terlalu pahit, membuatnya nyaman dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari warga lokal hingga wisatawan dari luar daerah.
Selain kuahnya, Rawon Nguling juga dikenal dengan daging sapi yang empuk dan mudah dikunyah. Tekstur daging tersebut dihasilkan dari proses memasak yang teliti dan waktu pengolahan yang tepat, sehingga bumbu meresap sempurna hingga ke dalam serat daging.
Tak hanya soal rasa, suasana tempat makan Rawon Nguling juga menjadi nilai plus. Nuansa klasik dan tradisionalnya menghadirkan pengalaman kuliner yang hangat dan otentik.
Tak heran jika tempat ini meraih rating 4,2 dari 6.629 ulasan Google, menandakan kepuasan pengunjung yang konsisten.
Baca juga: 8 Tips Liburan Bareng Anak Kecil Biar Jalan-jalan Tetap Seru
Lokasi Rawon Nguling yang Mudah Dijangkau
Lokasinya sangat strategis karena berada di pinggir jalan utama, dengan bangunan yang mudah dikenali serta area parkir yang cukup luas. Papan penunjuk tempatnya juga terlihat jelas dari jalan raya, sehingga pengunjung tidak akan kesulitan menemukannya.
Rawon Nguling berlokasi di:
- Jl. Raya Tambakrejo No.75, Wringinan, Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
- Jl. Zainul Arifin No.62, RT.01/RW.01, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Tempat makan ini buka setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 21.00 WIB, cocok untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Dari Pasar Nguling, jaraknya hanya sekitar 850 meter atau 3 menit berkendara. Sementara dari pusat Kota Probolinggo, perjalanan menuju Rawon Nguling memakan waktu sekitar 25 menit dengan jarak kurang lebih 16,9 km.
Tempat ini juga relatif dekat dari Alun-alun Pasuruan, yakni sekitar 22,1 km atau 31 menit perjalanan.
Menikmati Rawon Nguling di Probolinggo tentu akan terasa lebih nyaman jika perjalananmu juga praktis dan bebas ribet. Kalau kamu berangkat dari Surabaya atau Malang, menggunakan layanan travel Surabaya Malang maupun travel Malang Juanda dari nahwatravel.co.id bisa jadi solusi cerdas.
Armada nyaman, sistem door to door, dan driver berpengalaman membuat perjalanan kuliner kamu lebih santai tanpa harus capek di jalan.
Yuk, rencanakan perjalananmu sekarang dan pesan travelnya langsung di nahwatravel.co.id, biar fokusnya tinggal menikmati rawon legendaris tanpa ribet urusan transportasi.


