Hutan Di Banyuwangi Yang Dijuluki Hutan Lord Of The Rings

Hutan Di Banyuwangi Yang Dijuluki Hutan Lord Of The Rings

Liburan ke Banyuwangi tidak terasa lengkap jika tidak mengunjugi Hutan De Djawatan. Hutan yang dijuluki Lord Of The Rings ini menyuguhkan keindahan pepohonan yang rindang serta membuat udara terasa sejuk. Tentu saja suasana seperti ini sangat berbeda dengan destinasi pantai yang mendominasi wilayah Banyuwangi.

Daya tarik utama dari Hutan De Djawatan yaitu pepohonan trembesi yang usianya sudah ratusan tahun dan masih kokoh berdiri. Suasana pepohonan ini berhasil membuat kesan seakan berada di negeri dongeng. Banyak pengunjung yang menyebut hutan De Djawatan dengan sebutan Hutan Lord of The Rings.

Baca juga : Coban Grojogan Sewu Pujon Malang

Hutan belantara dengan pepohonan raksasa yang merupakan ciri khas dari film Lord of The Ring. Hutan seperti di film Lord Of The Rings ini terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. warga sekitar hutan menjulukinya dengan nama Hutan De Djawatan Benculuk.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi hutan ini, selain kita bisa menggunakan google maps, bisa juga kita bertanya ke warga sekitar lokasi tersebut. Lokasi hutan De Djawatan dapat diakses menggunakan jenis transportasi umum maupun pribadi. Ketika anda sudah memasuki wilayah hutan De Djawatan Benculuk anda akan merasa seperti masuk ke negeri dongeng.

Dari keterangan petugas Perhutani setempat, memaparkan luas area hutan De Djawatan mencapai 6 hektar. Alasan dijuluki hutan Lord of The Rings dikarena ternyata seluruh hutan ditanami pohon trembesi yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Pohon trembesi atau nama lainnya Ki Hujan atau pohon hujan yang mempunyai batang pohon yang besar, tinggi, serta tajuk yang melebar. Ki hujan atau pohon hujan populer sebagai tumbuhan peneduh.

Baca juga : Masjid Tiban Turen, Malang, Jawa Timur

Hutan Di Banyuwangi Yang Dijuluki Hutan Lord Of The Rings

Akarnya yang dapat menyebar luas dan bisa merusak jalan dan bangunan disekitarnya membuat jenis pohon ini tidak terlalu populer. Berbeda ketika di alam liar, pohon ini dapat tumbuh besar seperti layaknya pohon raksasa. Dikarena sudah berusia di atas 100 tahun, maka jangan diragukan lagi besarnya.

Pada awalnya wilayah hutan ini merupakan tempat pembibitan pohon jati. Namun karena muncul keunikan di area hutan tersebut kemudian membuat daya tarik tersendiri yang kemudian menjadi kawaan hutan wisata. Untuk menjaga keasriannya, Perhutani membuat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Hutan Benculuk menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Banyuwangi.

Tips liburan di De Djawatan

Datang saat hari kerja

Apabila ingin menikmati suasana sunyi serta keasrian di tengah hutan trembesi De Djawatan Banyuwangi, sangat disarankan datang ketika hari kerja yaitu senin – jumat. dikarenakan anda akan mendapatkan suasana yang lebih sepi. Dibandingkan ketika anda datang di akhir pecan atau saat long weekend, anda tidak akan mendapatkan suasana seperti tersebut, De Djawatan Banyuwangi akan dipenuhi oleh banyak pengunjung. Suasana akan menjadi ramai oleh kehadiran wisatawan, apalagi ketika ada yang mengadakan acara seperti konser musik. Selain itu saat sedang ramai, sangat susah untuk mendapatkan foto hanya dengan pohon. Hasil foto biasanya akan bocor oleh wisatawan lain. Apabila sedang sepi, maka wisatawan bisa cukup leluasa untuk berfoto di sana.

Baca juga : Pantai Bantol Malang

Hutan Di Banyuwangi Yang Dijuluki Hutan Lord Of The Rings

Gunakan aplikasi penunjuk jalan

Hutan De Djawatan memang terletak tidak jauh dari kota Banyuwangi. Sekitar 30 menit perjalanan untuk sampai ke arah barat dari kota Banyuwangi. Walaupun lokasinya tidak jauh dari kota Banyuwangi, namun apabila anda hendak berkunjung kesana sebaiknya menggunakan aplikasi penunjuk jalan agar tidak salah jalan. Dikarena papan penunjuk jalan menuju lokasi hutan De Djawatan berukuran sangat kecil, yang biasanya tidak terlihat dan akhirnya terlewatkan. Dibandingkan harus mutar-mutar karena salah jalan, disarankan menggunkan aplikasi penunjuk jalan.

Datang pagi atau menjelang sore hari

Waktu yang pas untuk berkunjung ke hutan De Djawatan ialah di pagi hari, atau menjelang sore hari. Saat waktu pagi hari, sinar matahari akan menyinari hutan De Djawatan, akan menyuguhkan pemandangan hutan yang terlihat seperti hutan mistis. Apabila tidak sempat berkunjung di waktu pagi hari, anda bisa berkunjung di waktu menjelang sore hari. Pemandangannya tidak jauh berbeda karena pencahayaan didapat dari sinar matahari yang akan tenggelam dan menyinari hutan ini.

Baca juga : Jasa Rental Mobil Malang Dengan Harga Terjangkau

Tidak Boleh Berbuat Vandalisme

aktivitas Vandalisme dilarang dilakukan di kawasan Hutan De Djawatan. Contohnya mencabut tanaman, mencoret batang pohon, hingga merusak tanaman. Hal ini dihimbau untuk menjaga kecantikan dan keindahan Hutan De Djawatan agar terjaga keasriannya. Biasanya dijumpai pengunjung yang mencoret batang pohon dengan menulis namanya. Pohon trembesi yang berukuran besar di De Djawatan tentu sangat Instagramable. Akan tetapi, keindahan itu cukup untuk dinikmati. Wisatawan dilarang sampai merusak atau melakukan vandalisme. kegiatan tidak terpuji seperti mencoret batang atau pohon mengukir nama di batang pohon tentu dapat mengurangi keindahan Hutan Fangorn di De Djawatan. Selain itu, wisatawan juga seharusnya tidak sembarangan mematahkan ranting pohon atau memetik tanaman untuk dibawa pulang.

Hutan Di Banyuwangi Yang Dijuluki Hutan Lord Of The Rings

Jangan membuang sampah sembarangan

kita harus membuang sampah pada tempatnya, keasrian dan kesejukan hutan De Djawatan tentu akan lebih terasa ketika lingkungan di sekitarnya bersih apalagi kita bersantai sambal menyantap makanan dengan segelas minuman segar. Hutan trembesi ini juga direkomendasikan untuk kegiatan piknik dengan makan dan minum di atas tikar. Akan tetapi, selalu ingat untuk membuang sampah sisa makanan maupun minuman ke tempat sampah untuk menjaga kebersihan dan keasrian hutan De Djawatan. Ingat untuk tidak membuang sampah sembarangan.