Jelajahi Gunung Bromo dan Ketahui Sejarah serta Legendanya

travel murah malang - Gerbang Masuk Dino Park Jawa Timur Park 3
Jelajahi Wisata Edukasi Dino Park – Jawa Timur Park 3
April 20, 2018
Sewa Mobil Malang
4 Kuliner Sate di Malang yang Membuat Lidah Bergoyang
June 2, 2018
Show all

Jelajahi Gunung Bromo dan Ketahui Sejarah serta Legendanya

paket wisata bromo murah

paket wisata bromo

Nahwa Travel – Pengen cari destinasi wisata yang tepat buat menghabiskan liburan anda? Bromo adalah destinasi yang tepat untuk anda jelajahi bersama keluarga, teman dan kerabat anda. Liburan ke gunung Bromo sangatlah istimewa karena memiliki lautan pasir yang luasnya sekitar 10 kilometer persegi mengelilingi kawah gunung Bromo yang mengepulkan asap putih.

Gunung Bromo memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan karena memiliki pesona keindahan alam yang eksotis dan site view yang cocok, pas banget untuk melihat sunrise serta lokasinya yang strategis. Terletak dikawasan merupakan gunung berapi aktif yang berada di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo, yang juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2392 mdpl yang didukung oleh berbagai tempat wisata yang berada disekitarnya sehingga membuat gunung ini menjadi sorotan para pelancong baik lokal hingga mancanegara. Wisata Gunung Bromo terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang cukup eksotis, serta pemandangan matahari terbit atau yang biasa kita kenal dengan pesona Bromo Sunrise yang sangat indah.

Dari puncak gunung Penanjakan anda dapat menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok. Untuk mencapai puncak Penanjakan para pengunjung bisa menggunakan jasa layanan sewa/rental mobil Jeep yang ada dilokasi, namun ada juga yang nekat mendaki dengan berjalan kaki, dan tentu saja medannya lumayan jauh dan tidak mudah.

Nama Gunung Bromo konon berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dari Dewa menurut keyakinan agama Hindu. Penduduk sekitar gunung Bromo biasa dikenal dengan nama suku Tengger, yang merupakan suku dari ras suku Jawa, lebih tepatnya keturunan dari kerajaan Majapahit.

 


Pengen traveling ke bromo? Nahwa bakal jadi solusi traveling terbaik kamu. Nahwa menyediakan berbagai paket wisata bromo murah. Lihat lebih lanjut tentang paket wisata bromo dengan klik tautan “Paket Wisata Bromo Murah


 

Sejarah Gunung Bromo

Menurut masyarakat setempat, dahulu kala Gunung Bromo adalah sebuah gunung tersebsar di pulau Jawa. Gunung Bromo meletus untuk pertama kalinya dan membentuk sebuah kawah kaldera besar. Di bagian tengahnya muncul sebuah kubah baru yang pada akhirnya kita sebut gunung bromo, dan dua kubah lainnya yakni Gunung Batok dan Gunung Widodaren.

Selama abad 20, Gunung Bromo meletus sebanyak 3 kali dengan interval waktu yang teratur. Letusan terbesar gunung bromo terjadi pada tahun 1974 yang kemudian menyusul pada tahun 2010. Bagi suku Tengger, Gunung Bromo dianggap sebagai gunung suci. Karenanya, setahun sekali masyarakat setempat mengadakan tradisi upacara Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo. Upacara ini bertempat disebuah pura yang berada tepat dibawah kaki Gunung Bromo Utara dan dilanjutkan ke Puncak Gunung Bromo. Upacara Kasodo diadakan sekitar tanggal 14 atau 15 dibulan Kasodo menurut tanggal Jawa pada tengah malam hingga dini hari.

Nahh buat para traveller yang pengen menyaksikan bagaimana Upacara Kasodo dilaksanakan, anda bisa berkunjung ke Gunung Bromo pada tanggal yang disebutkan diatas.

Gak Cuma punya sejarah. Gunung Bromo juga punya Legenda asal usulnya loh.

Legenda Asal Usul Gunung Bromo

Dikisahkan pada zaman dulu, hiduplah sepasang muda suami istri di suatu dusun terpencil. Setelah beberapa tahun menikah, sang istri akhirnya hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan. Anehnya, bayi perempuan ini sewaktu dilahirkan tidak menangis, maka dari itu kedua orang tuanya memberinya nama ‘Rara Anteng’ yang artinya perempuan tenang atau diam.

Seiring waktu berjalan, garis kecantikan nampak semakin jelas di wajah Roro Anteng. Keelokannya begitu terkenal di kalangan para jejaka saat itu, termasuk seorang bajak jahat yang sakti mandraguna. Berbekal kesaktiannya, sang bajak pun melamar Rara Anteng.
Rara Anteng yang terkenal halus perasaannya, tidak berani menolak begitu saja kepada pelamar yang sakti. Karena hal itulah, pada akhirnya ia memberikan syarat kepada pelamar sakti berupa pelamar sakti harus bisa membuatkan Rara Anteng sebuah lautan di tengah-tengah. Dengan syarat yang aneh itu, dianggapnya pelamar sakti itu tidak akan mau memenuhi permintaannya. Ditambah lagi, lautan yang dimintanya harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam dan batas akhirnya ketika matahari terbit. Tak disangka – sangka, permintaan Rara Anteng tersebut disanggupi oleh sang bajak.

Pelamar sakti itu memulai mengerjakan lautan dengan tempurung (batok kelapa) hingga pekerjaan itu hampir selesai. Melihat kenyataan ini, Rara Anteng mulai gelisah. Rara Anteng bingung memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menggagalkan upaya sang bajak untuk membuat lautan yang dimintanya. Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup dengan suami yang tidak ia cintai. Kemudian setelah mencoba untuk tenang dan memikirkan ide, tiba – tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.
Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan, terdengar suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Ayam disekitar gunung mulai berkokok saling bersahutan seolah fajar telah tiba, padahal penduduk sekitar masih belum memulai kegiatan rutinitasnya di pagi hari.

Bajak mendengar ayam – ayam berkokok, padahal benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Setelah itu dia merenungi nasib sialnya. Rasa kesal dan marah bercampur emosi, dilampiaskan dengan melemparkan tempurung (batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir, yang kemudian tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang dinamakan Gunung Batok.

Kegagalan bajak itu membuat lautan di tengah – tengah Gunung Bromo mampu membuat Rara Anteng bersuka cita. Kemudian ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Beberapa hari kemudian, Rara Anteng dan Joko Seger menikah dan menjadi pasangan suami istri bahagia karena keduanya saling menyayangi dan mencintai.

Rara Anteng dan Jaka Seger membangun sebuah pemukiman disekitar Gunung Bromo dan memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger yang Budiman”. Yang kemudian akhir suku kata dari nama Rara Anteng dan Jaka Seger digunakan untuk nama tengger. Kata Tengger berarti Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, yang merupakan simbol perdamaian abadi.

Sejak saat itu masyarakat tengger hidup damai dan sejahtera, namun kebahagiaan itu terasa kurang lengkap karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumah tangga, mereka berdua belum juga dikaruniai keturunan. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk naik ke puncak Gunung Bromo guna bersemedi dengan penuh harap dan kepercayaan kepada Yang Maha Esa agar keduanya dikaruniai keturunan.

Tiba-tiba mereka mendengar suara gaib yang mengatakan semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat apabila mereka telah mendapatkan keturunan, anak yang paling bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo. Daripada tidak sama sekali, pada akhirnya mereka terpaksa menyanggupi persyaratan tersebut begitu saja.

Kemudian mereka berdua dikaruniai 25 orang putra dan putri. Namun tetap saja sebagai orang tua, mereka tetap tidak tega dan tidak rela apabila harus mengorbankan anaknya. Karena mereka mengingkari janji, Dewa marah dan mengancam akan menimpakan malapetaka pada suku Tengger, yang kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita sehingga kawah Gunung Bromo menyemburkan api
Seketika saat itu juga Kusuma, anak bungsunya pun lenyap dari pandangan dan dilahap api, kemudian masuk ke kawah Bromo.

Bersamaan dengan lenyapnya Kusuma, terdengarlah suara gaib, ”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Syah Hyang Widi untuk menyelamatkan kalian semua. Hiduplah dengan damai dan tenteram, sembahlah Syah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi kemudian dipersembahkan kepada Syah Hyang Widi di kawah Gunung Bromo.”

Sejak saat itulah kebiasaan itu diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo setiap tahunnya hingga saat ini.

 


Pengen traveling ke bromo? Nahwa bakal jadi solusi traveling terbaik kamu. Nahwa menyediakan berbagai paket wisata bromo murah. Lihat lebih lanjut tentang paket wisata bromo dengan klik tautan “Paket Wisata Bromo Murah


 

Nilai Moral

Dalam kasus lamaran Roro Anteng, kita bisa memetik hikmahnya, bahwa kita memang tidak boleh menolak permintaan orang dengan kasar, namun kita juga harus memikirkan konsekuensinya jika kita menerima permintaan tersebut. Apabila kita tidak bisa menyanggupinya, sebaiknya kita tolak permintaan tersebut dengan baik.
Kemudian dalam kasus pengorbanan si bungsu, itu mencerminkan bahwa saat kita menginginkan sesuatu dan kemudian dapat tercapai, kita tidak boleh lupa dengan syarat yang harus kita penuhi demi menggapai keinginan tersebut.

Nilai Budaya

Dengan diadakannya upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo tiap tahunnya jelas menunjukkan bahwa nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat ini begitu kental pengaruhnya terhadap masyarakat zaman sekarang. Tradisi memberikan sesaji yang berupa hasil bumi kemudian di persembahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo ini sampai sekarang diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger tiap pertengahan bulan Kasada.

Nilai Agama

Berawal dari pembentukan suku Tengger sendiri sebagai suku asli yang mendiami kawasan Gunung Bromo, dapat kita simpulkan bahwa pengaruh agama yang dianut mereka memberikan peran yang cukup besar dalam pelaksanann tradisi upacara Kasada. Suku yang sejak awal telah menganut kepercayaan agama Hindu ini sampai sekarang menyembah dan memberikan persembahan berupa sesaji kepada tuhannya, yaitu Syah Hyang Widi.

 

Rute Perjalanan Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada. kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila Anda berasal dari luar Jawa Timur, Anda bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bandara atau Stasiun Kereta Api. kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Jalur dari Kabupaten Lumajang

Apabila Anda melewati jalur dari kabupaten Lumajang, Anda bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan senduro, dari sini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. apabila sampai di Jemplang Anda sudah bisa melihat pemandangan gunung Bromo dari kejauhan.

2. Jalur dari Malang

Untuk jalur yang melawati Malang, Anda bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang – Kab. Malang, dari sini perjalanan Anda akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang savana gunung Bromo

3. Jalur dari Pasuruan

Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui apabila Anda akan mengunjungi gunung Bromo, Perjalanan Anda bisa dimulai dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini Anda dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, Anda terus menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

4. Jalur dari Probolinggo

Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, Anda akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo. apabila Anda memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan Anda akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo. kemudia Anda akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi anda yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini Anda bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaipura.

Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan Anda diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.
Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Gunung Bromo

Destinasi wisata yang ada di gunung Bromo kebanyakan adalah wisata alam pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang akan membuat Anda terpesona dengan keindahan alam Bromo, bisanya para wisatawan yang datang untuk berwisata ke gunung Bromo akan memulai tour mereka pada malam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan sarana transportasi Jeep Hardtop atau Motor. kenapa demikian ? karena apabila Anda memulai tour pada jam – jam itu, Anda akan dapat menyaksikan keindahan Sun Rise dari puncak bukit. adapun tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jawa Timur ini adalah sebagai berikut :

1. View Point

Seperti yang telah kita ulas sebelumnya bahwasanya View Point merupakan tempat yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo dari ketinggian, selain itu wisatawan juga bisa melihat matahari terbit saat pagi hari. Ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi yaitu Pananjakan, Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.

2. Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah 800 meter sangatlah unik, untuk dapat mengunjungi kawah gunung Bromo wisatawan biasanya melakukanya dengan menaiki kuda atau berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250. pemandangan dipuncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pemandangan pegunungan tengger dan gunung Batok yang membentuk garis – garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

3. Padang Savana ( Bukit Teletubbies )

Padang savana merupakan sebuah hamparan rumput yang sangat luas dengan luas sekitar 10 Km persegi, tempat ini disebut juga bukit Teletubbies, sausana yang nyaman dan sejuk akan Anda rasakan apabila mengunjungi tempat ini, letak dari wisata ini berada di selatan kawah gunung Bromo, tepatnya di kawasan jemplang. Anda akan menemukan keunikan dari gunung Bromo apabila mengunjungi tempat ini.

4. Lautan Pasir ( Pasir Berbisik )

Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis – garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir. tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

Tips Berwisata Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo memang butuh persiapan sebelumnya, untuk itu kali ini twisata akan membagikan tips untuk berwisata ke gunung Bromo, agar nantinya wisata Anda dapat berjalan menyenangkan. Adapun tips untuk berwisata ke Gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Pilih Waktu Yang Tepat

Mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini membutuhkan ketepatan waktu dan sesuaikan dengan rencana Anda, apabila Anda mengunjungi Bromo pada waktu musim kemarau, Anda dapat menyaksikan matahari terbit dengan sangat sempurna, tetapi kondisi pemandangan dari padang savana yang kurang begitu bagus, hal ini disebabkan rumput – rumput di padang savana yang mengering. Dan apabila Anda berkunjung pada musim penghujan, Anda akan kehilangan pemandangan Sunrise, tetapi keindahan padang savana yang menghijau akan dapat Anda nikmati dengan sempurna. jadi Anda dapat memprioritaskan kondisi yang bagaimana yang Anda inginkan untuk berwisata ke gunung Bromo..

2. Jagalah Kondisi Fisik

Kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik, hal ini dikarenakan suhu cuaca di gunung Bromo yang sangat dingin, jangan sampai pada saat Anda sedang asik berwisata di Bromo, kondisi fisik Anda menurun, sehingga dapat mengurangi keceriaan Anda menikmati keindahan Bromo.

3. Persiapkan Perlengkapan Pribadi

Sebelum Anda berangkat berwisata ke tempat wisata di Jawa Timur ini, ada baiknya Anda mempersiapkan perlengkapan – perlengkapan pribadi seperti jaket, kaos tangan, kaos kaki dan masker. tetapi bagi anda yang tidak sempat menyiapkanya, didaerah sekitar Bromo banyak sekali penjual dan penyewaan perlengkapan – perlengkapan yang disebutkan. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan perlengkapan pendukung seperti kamere atau video shooting tripot dan juga makanan ringan.

4. Pesanlah Akomodasi Jauh – Jauh Hari

Dengan Anda memesan akomodasi jauh – jauh hari, Anda tidak akan kebingungan lagi pada waktu hari H nya, apalagi pada musim liburan, kebanyakan akomodasi dan penginapan yang tersedia sudah terbooking, dan kalaupun ada harganya akan lebih mahal.
Itulah ulasan mengenai Wisata Gunung Bromo semoga ulasan tadi bisa bermanfaat bagi Anda yang akan mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur ini.

Jelajahi Gunung Bromo dan Ketahui Sejarah serta Legendanya
5 (100%) 2 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOOKING TRAVEL SEKARANG - 082230333144